Aku emang anak jalanan
wajahku preman dan tato diseluruh badan
tapi aku masih punya rasa sayang dan cinta terhadap teman
Aku emang anak jalanan
tapi aku masih punya perasaan
Aku emang anak jalanan
tapi aku masih punya hati dan setia kawan
Aku anak jalanan
yang selalu terpinggirkan
Aku anak jalanan
yang kenyang akan cercaan
Aku anak jalanan
yang kerap tak luput dari hinaan
Aku anak jalanan
mencari uang dengan nyanyian
tidak menjual harga diri demi kekayaan
Aku anak jalanan
menjual suara demi sesuap makanan
tidak menjual diri dan keperawanan demi perhiasan
Kami anak jalanan
yang tak silau dengan harta kekayaan dan perhiasaan
harta kami cuma kebersamaan
#Mungkin itulah suatu lirik yang sering didendangkan oleh anak-anak jalanan untuk mengisi waktu luangnya
Semua terjadi ketika roda kehidupan ini berputar dengan begitu cepatnya
Semua terjadi ketika rumah tangga yang hangat dan harmonis berubah menjadi bara api
Semua terjadi ketika cinta berhasil membunuh rasa sayang dan kasih
Semua terjadi ketika kekayaan datang menyilaukan mata
Semua terjadi ketika tali persaudaraan putus akibat status
Semua terjadi karena mereka takut menghadapi kenyataan hidup
Dya mungkin salah satu manusia yang beruntung dari jutaan orang yang hidup didunia ini
Dya lahir dari keluarga kaya dan terpandang
sebagai anak terakhir dari 3 bersaudara
Kehidupan yang serba ada dan serba terpenuhi
Rasa sayang dan kasih yang tak henti-hentinya mengalir melalui kedua orang tuanya dan kedua kakaknya
Bahkan kedua kakaknya terlalu memanjakan dirinya
Akan tetapi kehidupanya berubah 180 derajat
Ketika kakak pertamanya menikah dengan perempuan idamannya kemudian 2 tahun berselang kakak kedua menyusulnya untuk menikah
Mereka berpisah kehidupan,karena kakak-kakaknya sudah berkeluarga
Kini dya hidup hanya dengan kefua Orang tuanya saja
ketika dya menginjak usia 15 tahun badai ujian dari Sang Pencipta datang menghampiri keluarganya
Ayahnya divonis dengan tuduhan korupsi oleh Pengadilan Negeri dan dikurung selama 6 tahun 8 bulan serta mengembalikan harta negara yang sudah diselewengkan oleh beliau dengan nominal sangat tinggi
yah,,,
harta yang dikumpulkan oleh keluarganya selama bertahun-tahun lenyap dalam hitungan jam saja demi membayar itu semua.Bahkan itu belum cukup menutup semua hutang ayahnya
Ketika badai ujian itu datang tak satupun kakak-kakaknya membantu masalah keluarganya
Seakan mereka buta dan tuli dengan semua ini.Dya sangat tak percaya dengan apa yang dilakukan kedua kakaknya.Dya sangat hafal betul dengan sifat kakaknya.Tekanan dari sang istri ternyata yang merubah sifat baik kakak tersebut.
Belum selesai dengan masalah itu,Ibunya terkena serangan mental yang kuat,yang mengakibatkan dya harus dirwat di rumah sakit kejiwaan.
Alhasil,,
dya hidup sendirian diluar sana
didunia yang asing bagi dirinya.
Namun dya harus bertahan untuk melanjutkan hidupnya,membiayai pengobatan ibunya, dan membayar hutang ayahnya
Iya menanggung beban keluarga sendiri di usianya yang masih kecil.Kedua kakaknya yang tak membantunya sama sekali.
Dengan sebuah gitar pemberian ayahnya ketika ia berusia 12 tahun ia mencari uang untuk menanggung semua beban yang diletakkan dipundaknya.
Benar,,dya menjadi musisi jalanan.bernyanyi disetiap rumah,disetiap bus,dan disetiap jalanan dya tak henti-hentinya terus bernyanyi sambil mengeluarkan air mata
Pernah suatu kali ketika ia bernyanyi disuatu tempat,belum genap 3 rumah yang didatanginya untuk mengamen dya sudah didatangi oleh 5 kumpulan pengamen yang dewasa.
Dengan alasan ini adalah daerah kekuasaan saya,mengapa kamu berani-beraninya mengamen disini
dya hanya menjawab dengan nada yang sangat polos"Demi sesuap nasi bang"
Tak ayal bogem mentah berhasil masuk menerobos dimukanya berkali-kali
Dengan muka penuh darah dan luka ia berjalan,berjalan mengikuti kakinya yang lemah tanpa tujuan
Didepan sebuah rumah kumuh yang kosong,dya menggelar koran dan mengistirahatkan tubuhnya dengan rasa capek yang menjalar diseluruh tubuh
Rasa sakit diwajahnya seakan tak dya rasakan.Iya,,hatinya terasa sangat sakit dibandingkan dengan rasa sakit yang ada diwajahnya.
Waktu terus berlalu,tak terasa sudah hampir 1 tahun dya bergelut dengan ganasnya kehidupan seorang diri.Sesosok anak gemuk kini berubah menjadi kurus.Hanya tulang dibalut dengan kulit.
Kerinduan dengan sang ibu membuatnya ingin menemui sang ibu.Dengan hasil jerih payahnya yang ia kumpulkan selama ini,dya bermaksud membayar pengobatan sang ibu.
Alangkah terkejutnya ketika ia bertemu dengan ibunya
kini ibunya sudah seperti dulu kala
tekanan mental serta spiritual yang menyerangnya seakan sudah lenyap
Rasa rindu membuat mereka terhanyut dengan derai air mata
Ibunya sangat terkejut,dya tak menyangka anak kesayanganya menjadi kurus,kumal,tak terawat,serta banyak luka di wajah dan seluruh tubuhnya
Sang ibu berkat"Ada apa denganmu nak selama ini?kenapa kamu bisa seperti ini?"
dengan tenang anaknya berkata"panjang bun ceritanya"
"kemana kakakmu nak?apa dya tahu dengan keadaanmu sekarang ini?"lanjut sang ibu
"Aku sudah tak punya kakak bun,kakak sudah saya anggap sudah mati semua"tutur sang anak.Dan akhirnya sang anak menceritakan semuanya.Dari kedua kakaknya hingga kehidupanya selama ini
Pecahlah tangis ibu tersebut,dengan memeluk erat tubuh rentan anaknya.
"Kamu tidak boleh ngomong seprti itu nak,bagaimanapun dya tetap kakakmu"tutur sang bunda
"kakak macam apa mereka??dimana mereka ketika aku mengamen demi sesuap nasi,dimana mereka ketika aku kedinginan dimalam hari,dimana mereka ketika aku kehujanan,dimana mereka ketika aku dipukuli segerombolan preman jalanan.Mereka disebuah rumah mewah,dengan bercanda ria.Tak pedulikan datangnya hujan,dinginya malam,serta para preman jalanan.Merka hanya memikirkan dirinya sendiri.Tak pernah terlintas sediktpun dibenak mereka tentang saudaranya.Kakak macam apa mereka?Mereka tak lebih dari seorang pecundang yang pengecut.Mereka takut menghadapi kenyataan,mereka lari dari kenyataan.Bahkan melirik kenyataan mereka takut"
ibundanya hanya menangis sambil memeluk keluarganya
Tanpa sadar seorang dokter masuk menghampiri mereka.Sang dokter menjelaskan kalau bunda telah sembuh total dan dipeerbolehkan keluar dari rumah sakit.Pasti dengan semua administrasi yang beres pula.Tersadar bahwa uang yang aku kumpulkan belum cukup melunasi semua pengobatan bunda.Aku meminta ijin kepada bunda untuk pergi mencari uang.
Dari pagi hingga tengah malam aku mengamen,tak mempedulikan rasa capek yang hadir di tubuhku.Aku hanya ingin mendapatkan uang itu segera.Sudah tak sabar rasanya berkumpul lagi dengan ibundaku.Walaupun hanya dengan ibundaku saja.Namun itu lebih dari cukup bagiku.Akhirnya setelah 3 bulan kemudian aku berhasil mengumpulkan uang yang banyak dan cukup untuk membayar kekurangan perawatan bunda.Aku panggil salah satu sahabatku untuk pergi kerumah sakit untuk membayar perawatan bundaku dan membawanya keluar dari rumah sakit tersebut.Aku ingin melanjutkan pekerjaanku.Aku tak mau kalau ntar bundaku keluar dari rumah sakit ia kelaparan.Aku bernyanyi dan terus bernyanyi.Dari 1 perumahan ke perumahan yang lainya.Pada saatnya dya melewati suatu perumahan yang sedang ada acara pernikahan.
Refleks mata melihat apa yang ada dibawah.Ya,setumpuk piring bekas makan para tamu undangan.Masih tersisa nasi disana.Dengan Secepat tangan orang kelaparan akhirnya sisa-sisa makanan itu telah terkumpulkan menjadi satu piring penuh.Dengan sebuah senyuman kecil yang mengembang diwajahnya dya kemudian melanjutkan dengan memakan nasi itu dengan nikmatnya.Tak sadar banyak orang yang melihatnya,dan mengira dya adalah seorang pencuri.Dengan satu komando pefitnahan dari satu orang provokator yang berteriak"MALING",dengan secepat mata dya sudah dihajar oleh warga sekitar,tanpa dya bisa berkata,tanpa dya bisa menjelaskan apa yang sebenarnya.Permainan orang sekarang yang senang dengan maen hakim sendiri membuatnya dijemput oleh maut.Ketika sakratul maut datang menghampirinya,dya sempat berkata "Ayah,Bunda dan kakak maafkan aku yang telah gagal mengemban beban yang diserahkan semua kepadaku,aku sayang kalian".Setalah mengucapkan kalimat itu dya menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Ketika sang bunda dan sahabat pengamen jalanan melewati sekrumunan manusia,sang sahabat pengamen penasaran dengan apa yang terjadi dari sekrumunan orang tersebut.Dengan rasa penasaran begitu tinggi dya meminta ijin kepada ibu tersebut untuk melihat apa yang membuat orang-orang tersebut berkerumun begitu banyak.
Setelah dya melihat apa yang terjadi,dya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Berulang kali dya meyakinkan matanya tersebut,setelah dya yakin dya langsung berteriak"TIDAK"....
Sang bunda pengamen jalanan yang kaget dengan teriakan tersebut bergegas menghampiri sumber suara tersebut
Seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya sang bunda hanya bisa menutup matanya,lemas, dan akhirnya dya pingsan
Dya tak kuasa melihat anaknya tewas dengan amat sangat mengenaskan
Dya belum terima dengan kenyataan tersebut
Suatu kehidupan baru yang akan dibangun bersama anaknya hilang sudah
Minggu, 24 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar